SEdXx5lkiVZf4jiMtlFWfVgHxR2UbYmUAP1TopcR

Raperda tentang Subsidi Kesehatan di KSB

Healthy and Wealthy. Ungkapan dua kata yang sering diucapkan sebagai doa dan harapan: sehat dan sejahtera! Kedua kata tersebut saling berkaitan sangat erat. Namun bila dirunut urutannya terkadang membingungkan, apakah kesehatan yang memberi andil besar bagi terwujudnya kesejahteraan? Ataukah kesejahteraan yang mewujudkan kesehatan? Terlepas dari perdebatan panjang “ayam dan telur” tersebut, sesuatu yang pasti adalah bahwa kesehatan dan kesejahteraan merupakan dua faktor yang saling menunjang secara siklis. Keterkaitan yang menunjukkan pengaruh kesehatan terhadap kemajuan suatu bangsa. Pengaruh kesehatan tersebut terkandung dalam andil sumber daya manusia bagi pembangunan.

Cara termudah untuk melihat kualitas sumber daya manusia suatu negara ataupun daerah adalah dengan melihat indeks pembangunan manusia (IPM).

Kekayaan Indonesia dengan sumber daya alamnya yang berlimpah-ruah ternyata masih meletakkan Indonesia pada kelompok negara-negara yang masih berkembang dengan IPM pada tahun 2012 sebesar 62,9 (masih di bawah nilai rata-rata IPM dunia sebesar 67,5) yang memposisikan Indonesia (bersama-sama dengan negara Afrika Selatan dan negara Kiribati, sebuah negara kepulauan kecil di tengah Samudera Pasifik) pada peringkat ke-121 dari 186 negara. (http://hdr.undp.org/en/countries).

Salah satu komponen pembentuk IPM adalah faktor kesehatan yang diwakili oleh Angka Harapan Hidup (AHH). Pada tahun 2005, setahun setelah diresmikannya Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) sebagai kabupaten terbaru di Provinsi NTB, IPM KSB bernilai 63,40 dan menempati peringkat ke-4 setelah Kota Mataram, Kota Bima, dan Kabupaten Sumbawa sebagai kabupaten induknya. Sejak diluncurkannya Program Kesehatan Gratis berdasarkan Peraturan Bupati Nomor 9 Tahun 2006, bersama dengan seperangkat kebijakan pemberian subsidi biaya pendidikan, IPM KSB terdongkrak ke posisi ketiga atau posisi teratas di antara seluruh kabupaten yang ada di Provinsi NTB. Posisi itu terus bertahan hingga saat ini. IPM KSB pada tahun 2012 sebesar 67,85. (http://ntb.bps.go.id).

Grafik: Angka Harapan Hidup KSB dan NTB 2005-2012
Angka Harapan Hidup KSB dan NTB
Sumber: BPS

AHH KSB pada tahun 2005 sebesar 59,10 dan pada tahun 2012 sebesar 61,61 dengan rata-rata kenaikan sebesar 0,60% per tahun.

Program pemberian bantuan dana pengobatan di KSB merupakan program pembangunan yang pro rakyat, karena telah dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat KSB yang membutuhkan pengobatan. Sayangnya, kebijakan yang sangat populis ini sejak diluncurkannya pada tahun 2006 hingga tahun 2014 masih berjalan di atas pijakan hukum yang belum maksimal, padahal kebijakan tersebut sudah pasti membutuhkan biaya yang sangat besar. Untuk itu sepatutnyalah program pemberian bantuan biaya pengobatan ini diberi pijakan hukum yang maksimal di tingkat daerah, yakni Peraturan Daerah tentang Subsidi Pendidikan di Kabupaten Sumbawa Barat.

Hasil penelitian Rancangan Peraturan Daerah tentang Subsidi Kesehatan di Kabupaten Sumbawa Barat dapat didownload dan disebarluaskan. Semoga bermanfaat bagi kita semua.

Related Posts
SHARE

Related Posts

Langganan Artikel Terbaru

Post a Comment