SEdXx5lkiVZf4jiMtlFWfVgHxR2UbYmUAP1TopcR
Gejolak Hati dan Pikiran

Gejolak Hati dan Pikiran

Mencermati kondisi dan keadaan yang terjadi di negara kita—beberapa bulan terakhir seolah-olah langit yang menaunginya mau runtuh saja. Kita dipertontonkan perselisihan antara dua kubu.

Kubu satu, selalu mempertahankan diri bahwa apa yang telah dan akan dilaksanakan sudah sesuai dengan apa yang menjadi harapan. Sementara di kubu lain mengklaim bahwa apa yang dikerjakan kubu satu tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Walhasil sama-sama tidak ingin mengakui keberhasilan satu sama lain. Dua-duanya main klaim.

Peristiwa seperti ini terus-menerus dipertontonkan kepada kita semua. Sehingga semua sumberdaya fokus pada tontonan tersebut, tanpa ada sesuatu yang lebih bermanfaat untuk diprogram bagi rakyat. Tanpa ada solusi dari kedua kubu yang ditawarkan kepada rakyat untuk bangkit dari keterpurukan.

Kita bisa merasakan suasana saat ini, sepertinya pilpres akan diselenggarakan beberapa hari ke depan, padahal pilgub saja belum selesai. Negara ini seperti dibelah dua. Saya bisa memahami bahwa begitulah seni dalam berpolitik. Manajemen konflik itu harus diciptakan guna mendulang dukungan dari konstituen.

Seharusnya kalau memang #DiaSibukKerja, bekerjalah dengan ikhlas untuk kepentingan rakyat Indonesia, bukan untuk kepentingan golongan, kelompok maunpun partai. Dan melahirkan kebijakan yang berpihak kepada wong cilik.

Dan janganlah memposisikan rakyat sebagai “peminta-minta” kepada kekuasaan karena apa yang dikelola oleh penguasa hakekatnya adalah milik rakyat. Penguasa hanyalah pengelola pendistribusian hak rakyat tersebut bukan pemilik—dan mereka digaji utk tugas tersebut.

Dan kalau memang #2019GantiPresiden, santunlah dalam prilaku politik. Kalau memang ada keberhasilan yang telah diperbuat oleh penguasa, akuilah itu. Jangan melulu diungkit kesalahan penguasa tanpa ada solusi yang diberikan.

Memang kedzaliman itu harus dilawan, namun kita juga harus fair dengan tetap menyuguhkan kepada rakyat mana keberhasilan dan kegagalan yang telah dilakukan oleh penguasa. Sehingga rakyat sadar dengan sendirinya bahwa memang pemerintah ini patut dipertahankan atau tidak.

Seperti ungkapan Abu Hazim tentang Syukur dua mata dan dua telinga. "Jika melihat kebaikan, sebarkan! Jika melihat keburukan, tutupi! Dan jika mendengar kebaikan, pelihara! Jika mendengar keburukan, cegahlah!"

Sudahilah perselisihan ini. Jangan rakyat ini diajak untuk berselisih dengan yang lainnya. Sampai kita lupa memikirkan program pemberdayaan untuk rakyat. Namun giringlah rakyat ini untuk bisa berdaya saing dalam segala bidang baik pendidikan, ekonomi, pertanian, kelautan dll.

Sebelum saya akhiri, saya ingin mengutip puisi karya Norman Adi Satria

INGIN KUCINTA PRAB*W*

ingin kucinta Prab*w*
tapi mengapa tiap kucari tahu tentangnya
dari orang-orang yang sudah duluan cinta
justru yang kutemukan hanyalah:
benci Jok*w*?

bagaimana sebenarnya cara membenci Jok*w*? setelah kucari tahu
dari orang-orang yang sudah duluan benci yang kutemukan hanyalah:
cinta Prab*w*.

ya sudahlah, aku cinta Indonesia saja
dengan mencintainya aku tidak perlu
membenci siapa-siapa.
Baca Juga
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

19 comments

  1. Jangan pilih Jokowi atau Prabowo

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya memilih INDONESIA saja. Saya ingin melihat INDONESIA lebih sejahtera dan bermartabat

      Delete
    2. Puisi dari Norman Adi Satria

      INGIN KUCINTA PRAB*W*

      ingin kucinta Prab*w*
      tapi mengapa tiap kucari tahu tentangnya
      dari orang-orang yang sudah duluan cinta
      justru yang kutemukan hanyalah:
      benci Jok*w*?

      bagaimana sebenarnya cara membenci Jok*w*? setelah kucari tahu
      dari orang-orang yang sudah duluan benci yang kutemukan hanyalah:
      cinta Prab*w*.

      ya sudahlah, aku cinta Indonesia saja
      dengan mencintainya aku tidak perlu
      membenci siapa-siapa.

      Delete
  2. sya pilih pemimpin yg SUCI dan MENSUCIKAN kalo ada krateria leader seperti itu..
    Wallahu Alam

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang Calon Pemimpin yang disuguhkan saat ini mungkin belum memenuhi kriteria SUCI dan MENSUCIKAN. Namun sebaiknya pilihlah yang sedikit mudharatnya.

      Delete
  3. siapapun pilihan.kita jangan barantem aja dah,,,,, hahahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul gan. Hubungan sesama manusia jgn sampai luntur akibat politik. Politik hanya sementara Gan. Makasih telah berkunjung

      Delete
  4. Jadi keingat kata kata soe hok gie di filmnya
    Politik itu kotor

    ReplyDelete
    Replies
    1. Filmnya bagus juga itu gan. Cuman sebenarnya politik itu tidak kotor, yg kotor itu pelakunya.

      Delete
  5. Betul banget pak... Bbrp bln terakhir ini berita ttg debat itu saja. Ke dua pendukung sama"merasa benar.. Tinggal nanti yg milih bingung krn kebanyakan drama... Betul kt bang Iwan Fals politik itu kejam. Padahal sy jg gak ngerti politik samasekali. Hanya ngungkapjn pendapat sy aja sbg org awam 😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yg terpenting jangan golput Mbak. Pilihan kita menentukan masa depan Bangsa dan Negara

      Delete
  6. politik adalah kepentingan, siapa pun pemimpinnya akan ditunggangi kepentingan, tinggal apakah pemimpin mampu menunggangi kepentingan rakyat
    Ikuti kata hati saja jangan kata mereka, karena hati tidak mendengar suara...
    Saya bersyukur sebagian besar Blogger sangat dewasa, jadi forum Blogger tetap damai, tanpa tercemar kontestasi politik...
    Jayalah Indonesia ku...hidup Blogger...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul Gan. Rata2 Blogger juga cerdas. Dan alhamdulillah di semua Komunitas Blogger tdk ada kampanye salah satu pasangNlan. Namun tetap kita harus punya pilihan, jgn golput Gan. Krn pilihan kita menentukan masa depan Bangsa dan Negara.

      Terima kasih

      Delete
  7. Waaaah udah mulai yah sesinya serius nya. Keren om, beberapa bulan yang lalu saya masih bisa menikmati berita2 di tv.

    Sekarang jadi males, malesbanget ga pake dotcom. Semua tentang pencitraan, tudingan dan carut marut kampanye pilpres.

    Entahlah akan jadi apa nantinya.
    ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehehe. Kita serius dikit mbak. Yg terpenting jgn sampai Golput aja Mbak. Krn pilihan kita menentukan masa depan Bangsa dan Negara Mbak.

      Delete
  8. Wah pak bisa buat artikel yang bagusnya kayak gini. Terima kasih pak atas artikelnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah semoga bisa bermanfaat bagi kita semua Gsn

      Delete
  9. Saya udah bosen dengan keadaan ini. Tapi tetap berusaha menjadi penonton saja. Nggak berpihak pada salah satunya. Kalau perlu berusaha untuk buat perubahan dari diri sendiri dulu baru ke orang lain. Daripada cuma bisa cari kesalahan orang lain? Dapat capeknya tapi nggak dapat manfaatnya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini juga dalam bentuk kebosanan saya terhadap kondisi politik di Indonesia Mbak. Dunia ini sepertinya mau kiamat saja. Situasi sangat gawat sepertinya Mbak. Semoga setelah Pilpres nanti tgl 17 April situasi seperti ini bisa kembali pulih. Terima kasih

      Delete

Post a Comment