SEdXx5lkiVZf4jiMtlFWfVgHxR2UbYmUAP1TopcR
Basiru: Nafas Sosial Tau Samawa

Basiru: Nafas Sosial Tau Samawa

Studi Etnografi Tradisi Basiru di Sumbawa Barat

Kehidupan seseorang di dunia ini tidak dapat dipisahkan dengan orang lain. Orang yang hidup bersama-sama dengan orang lain dalam bentuk kelompok disebut masyarakat. Setiap orang memainkan sejumlah peran dalam konteks sosial, individual ataupun teologis.

Di dalam masyarakat ditemukan berbagai bentuk kerjasama sehingga terdapat suasana kebersamaan dalam hidup bermasyarakat antara lain tolong menolong dan gotong royong. Kerjasama tersebut dapat terjadi secara spontan tanpa perintah dari penguasa.

Pelaksanaan tolong menolong dan gotong royong oleh warga masyarakat merupakan salah satu bentuk kerjasama dari berbagai kegiatan yang ada dalam kehidupan bermasyarakat.

Masyarakat Indonesia terkenal dengan sikap ramah, kekeluargaan, sikap saling menolong dan gotong royong di dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga untuk menyelesaikan segala problema yang ada dalam kehidupan masyarakat dibutuhkan sikap gotong royong yang dapat mempermudah dan memecahkan masalah secara efisien.

Sikap gotong royong merupakan ciri dari kehidupan masyarakat desa yang perlu dilestarikan, tetapi juga banyak faktor penghambat maupun pendukung terhadap gotong royong ini. Aktivitas tolong menolong memang merupakan salah satu kegiatan sosial yang sangat penting dalam kehidupan sosial.

Sepanjang upacara dan kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat, seperti kelahiran, sunatan, perkawainan dan kematian, para tetangga, kerabat dan teman datang untuk membantu. Dengan demikian beban sosial, ekonomi dan psikologi yang mereka tanggung akan menjadi lebih ringan.

Pada saat yang lain, mereka telah menerima sumbangan dan mengembalikannya kepada mereka yang pernah membantu. Bantuan yang diberikan dapat berupa tenaga, uang maupun barang-barang kebutuhan sehari-hari, terutama yang akan digunakan dalam acara tersebut.

Kebiasaan untuk saling membantu diantara warga masyarakat telah memunculkan proses tukar menukar dalam bentuk uang, barang dan tenaga.

Dalam budaya Sumbawa Barat, gotong royong dikenal dengan sebutan Basiru.

Basiru adalah tradisi saling menolong yang didasari dengan nilai keikhlasaan, kebersamaan, dan persaudaraan. Kata Basiru merupakan bentuk aktif dari kata kerja siru yang bermakna “ke-saling-an” yaitu sikap saling membantu atau tolong menolong sesama dengan sukarela, senang hati dan ikhlas kepada orang yang memiliki hajatan/selamatan (perkawinan, khitanan/sunatan, kelahiran dan sebagainya).

Basiru memegang peranan penting dalam kehidupan sosial masyarakat. Urgensitas tradisi basiru dilaksanakan sebagai nilai yang terikat dalam masyarakat Sumbawa Barat, yang mana saat orang lain yang memberikan pertolongan maka orang tersebut harus memberikan pertolongan serupa tanpa harus membayar dengan upah.

Pola hidup yang seperti ini merupakan bentuk nyata dari solidaritas dan nafas sosial yang terdapat dalam kehidupan masyarakat Sumbawa Barat. Dengan kata lain tradisi basiru menjadikan kehidupan masyarakat lebih mudah, murah dan tumbuhnya sikap saling tolong menolong.

Bagi yang berminat jasa design grafis seperti Vektor Art, Logo dan Branding Design bisa langsung menghubungi akun di bawah ini:
  • Hubungi akun sosial media Andi Ryan Hidayat
Baca Juga
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

14 comments

  1. Luar biasa ya.., tali belakangan ini kalo ga ada imbalan jarang ada yang mau gotongroyong dg ikhlas lagi gan..mungkin karena kebutuhan..entahlah. .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di tempat kami hal ini sdh mendarah daging Gan. Itu yg terus kami lestarikan Gan.

      Terima kasih

      Delete
  2. Iya gan gotong royong merupakan kebudayaan yang identik dengan bangsa Indonesia, untung didesa masih ada budaya gotong royong, tapi diperkotaan sayang sekali sudah mulai hilang... tapi semangat nya sebenarnya masih ada...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah di pedesaan seperti kami masih kental budaya gotong royong Gan

      Delete
  3. Hidup seperti inilah yang seharusnya selalu ada didalam masyarakat, mirisnya saat ini rasa peduli untuk bergotong royong susah mulai pudar,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul Gan. Gotong royong sdh mulai pudar dlm masyarakat. Alhamdulillah di daerah kami masih sangat kental budaya gotong royong.

      Delete

Post a Comment