SEdXx5lkiVZf4jiMtlFWfVgHxR2UbYmUAP1TopcR
8 Cara Menghilangkan Rasa Penyesalan yang Mendalam

8 Cara Menghilangkan Rasa Penyesalan yang Mendalam

Cara-Menghilangkan-Rasa-Penyesalan-yang-Mendalam
Penyesalan selalu datang di akhir cerita. Namun, bukan berarti Anda juga harus mengakhiri cerita hidup Anda. Karena Anda berhak mendapatkan kehidupan yang lebih baik setelah merasakan penyesalan.

Menyesal merupakan sisi positif dari pikiran seseorang. Ketika timbul penyesalan, artinya Anda sudah menyadari kesalahan di masa lalu untuk kemudian memperbaikinya di masa depan.

Harus diakui, memang tak mudah untuk mengatasi penyesalan, terutama yang sangat mendalam dan berbekas kuat dalam hati dan pikiran. Butuh upaya, niat, dan kesabaran yang kuat untuk bisa mengatasinya.

Untuk membantu Anda menghilangkan penyesalan yang mendalam, berikut ini beberapa cara yang bisa Anda coba.

#1. Pahami Perasaan Anda

Penyesalan adalah sebuah hal manusiawi. Udeh dari sononya, kalau kata orang Betawi mah. Artinya, Anda tidak bisa menolaknya karena sudah didesain sedemikian rupa agar kita menghadapinya secara psikologis.

Karena itu, ketika Anda merasa menyesal, coba pahami perasaan tersebut. Jangan disangkal. Karena Anda jadi punya pembelajaran dari penyesalan yang Anda rasakan saat ini.

Mengidentifikasi perasaan tersebut secara spesifik juga merupakan alat bantu kita dalam mengontrol emosi. Sehingga tak muncul penyesalan yang berlebihan.

Justru Anda bisa mendapat sebuah pelajaran penting sebagai bagian hidup Anda di masa depan. Bukan mustahil membuat Anda menjadi lebih produktif

#2. Siapkan Ruang untuk Menyesal

Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, menghilangkan rasa penyesalan memang bukan sebuah perkara mudah. Untuk bisa berdamai, sebaiknya Anda memberi ruang untuk menerima penyesalan. Akui bahwa Anda memang menyesali kesalahan yang telah dilakukan.

Namun, jangan terlalu merenungkan kesalahan tersebut. Ini hanya akan membuat diri Anda semakin tenggelam dalam penyesalan mendalam.

Berpikirlah tentang penyesalan lain yang pernah Anda rasakan sebelumnya. Ingat-ingat lagi apa yang Anda lakukan setelah merasa menyesal tersebut. Hal ini akan membantu Anda untuk bisa menerima penyesalan dan kemudian melangkah ke depan dengan tegap.

Mungkin hal ini tak akan berlangsung selamanya. Tapi setidaknya Anda tidak ikut tenggelam dalam rasa penyesalan yang dirasakan saat ini. 

#3. Akui Kesalahan

Kadang kala ada orang yang merasa menyesal tapi enggan mengakui kesalahannya secara tuntas. Artinya, dia merasa menyesal tapi tak berpikir lebih lanjut apa yang akan dilakukan setelahnya.

Karena itu, akui saja kesalahan yang pernah Anda perbuat. Jangan justru menyalahkan orang lain. Dengan mengakui kesalahan, maka Anda akan terdorong untuk belajar tidak mengulanginya di masa depan.

Temukan hal-hal positif dari kesalahan yang telah dilakukan. Sehingga Anda akan tahu cara mengatasinya ketika menghadapi situasi yang sama suatu hari nanti. Baik terjadi di diri Anda atau orang lain.

Anda mungkin tidak menyukai apa yang telah Anda lakukan hingga merasa menyesal. Tapi menerimanya sebagai sebuah kesalahan untuk kemudian melanjutkan hidup yang lebih baik jauh lebih penting. 

#4. Maafkan Diri Anda

Untuk menghilangkan rasa penyesalan, Anda juga harus belajar memaafkan diri sendiri. Jangan digelayuti dengan pertanyaan-pertanyaan yang justru membuat Anda semakin tenggelam dalam penyesalan.

Jangan sampai ada pikiran seperti ‘mengapa saya melakukannya?’ atau ‘memang saya ini bodoh’ dalam kepala Anda. Kalimat tersebut menunjukkan bahwa Anda belum bisa memaafkan diri sendiri.

Ingat, waktu tak bisa diulang. Jadi tak ada gunanya terus menerus menyalahkan diri sendiri. Marah kepada diri sendiri atas kebodohan yang dilakukan akan membuat diri Anda tidak berkembang dan semakin terpuruk.

Jadi, mulailah dengan memaafkan diri sendiri. Kemudian menata semangat untuk bangkit dan memperbaiki kesalahan tersebut. Sehingga tak ada lagi pengulangan kesalahan di masa depan. 

#5. Jadikan Sumber Motivasi

Bersikap bijak terhadap kesalahan yang Anda sesali menjadi salah satu jalan terbaik untuk tidak merasakan penyesalan yang mendalam. Karena itu, lebih baik Anda merespons penyesalan itu dengan sebuah sikap positif. Di antaranya adalah menjadikan penyesalan sebagai sumber motivasi.

Ya, bukan hanya kata-kata motivasi, penyesalan juga bisa menjadi pendorong Anda untuk melakukan langkah yang lebih baik. Menjadi alasan kenapa Anda harus melakukan sejumlah perubahan positif yang akan berguna bagi kehidupan Anda di masa depan.

Ingat, penyesalan adalah sebuah emosi. Jika Anda tidak meresponsnya secara positif, Anda justru akan terus berkubang dalam penyesalan yang tiada akhir. Anda tidak mau seperti itu bukan?

Jadikanlah penyesalan sebagai sebuah awal positif dalam mengubah hidup Anda. Anda bisa tetap menyimpan harapan atau mimpi terbesar yang ingin Anda raih. Tapi, kini cara dan jalan yang harus dilalui sudah berbeda.

Segeralah bertindak positif dengan mendapatkan motivasi baru dari penyesalan yang Anda rasakan. 

#6. Temukan Benang Merahnya

Coba kembali renungkan sejumlah kesalahan di masa lalu yang membuat Anda menyesal begitu dalam. Pasti ada sejumlah tindakan yang telah Anda lakukan yang kemudian ternyata tidak sesuai harapan.

Apa yang mungkin bisa terjadi saat Anda melakukan tindakan berbeda di masa lalu? Memang hasilnya belum tentu sebaik dari yang telah Anda lakukan dulu. Namun, setidaknya, Anda akan punya sejumlah opsi yang cukup membantu untuk tidak membuat Anda semakin dalam dalam penyesalan.

Cara ini cukup membantu Anda dalam menghilangkan rasa penyesalan. Yaitu dengan menemukan benang merah di antara kesalahan-kesalahan yang pernah Anda lakukan di masa lalu. Dari kesalahan yang disesali tersebut, Anda jadi belajar banyak hal positif yang bisa membantu hidup Anda menjadi lebih baik.

Dengan menemukan benang merah di antara penyesalan, Anda bakal menemukan perspektif berbeda dari sebuah kehidupan. Sehingga akhirnya Anda sadar bahwa setiap putusan yang diambil selalu bertujuan untuk mendapatkan hasil terbaik bagi Anda maupun orang-orang terdekat di sekitar. 

#7. Ubah Perilaku ke Arah Positif

Kini saatnya Anda untuk mengubah pola pikir yang berdasarkan kepada kesalahan yang pernah Anda lakukan. Mengubah pola pikir ini merupakan cara menemukan solusi untuk mencegah kesalahan yang sama terulang kembali di masa depan.

Nah, untuk bisa mengalami perubahan pola pikir, satu hal utama yang harus Anda perbaiki adalah perilaku Anda sendiri. Ketika perilaku Anda sudah lebih baik dari sebelumnya, secara tidak langsung pola pikir pun akan ikut berubah ke arah yang positif.

Pastikan Anda melakukan perubahan perilaku ini secara konsisten untuk mendapatkan hasil yang maksimal. 

#8. Fokus untuk perbaikan di masa depan

Masa lalu tidak akan pernah bisa diubah. Tapi Anda bisa menyiapkan masa depan yang lebih baik dari sekarang. Jika Anda masih terus dibelit penyesalan yang mendalam, dapat dipastikan Anda tidak akan pernah mendapatkan masa depan.

Bagaimanapun, masa depan jelas lebih penting dibanding masa lalu. Karena Anda akan hidup di masa depan. So, tinggalkan penyesalan dan tataplah masa depan yang lebih baik. Sesuai dengan impian besar Anda. 

Penutup

Hidup Anda memang tidak sepenuhnya milik Anda. Karena ada kekuasaan Tuhan di dalamnya. Namun, Anda tetap punya hak untuk mendapatkan kehidupan yang sesuai dengan impian Anda.

Dengan menghilangkan rasa penyesalan yang mendalam, Anda sudah berada di jalan yang tepat untuk mendapatkan kembali kehidupan Anda yang sempat berantakan. Pastikan Anda tetap berada di jalan tersebut dan jangan lupa berdoa kepada sang Pemilik kehidupan ini yang sebenarnya.

Tentang Penulis: Herman Yudiono adalah full time blogger yang tinggal di Makassar. Ia founder TipsPengembanganDiri.com, blog tentang strategi dan kiat mengembangkan diri untuk menjalani hidup yang lebih baik.
Baca Juga
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

8 comments

  1. Siang pak.. Udah lm banget ga mampir kesini.. Ttg penyesalan itu... Iya mmg kadang datangnya terlambat... Susah dan gak gampang ya buat ngilangin rasa bersalah... Kata orang" sih waktu yg bs nolong kita... Makasih pak ulasannya... Sangat membantu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak. Sy sendiri juga udah lama tidak berkunjung ke Blognya Mbak.

      Kita harus segera move on kalau kata kaum millenial skg Mbak. Jgn sampai kita larut dalam penyesalan yg mendalam. Terima kasih

      Delete
  2. Penyesalan adalah sebuah sejarah indah....namun kini berubah menjadi pahit

    ReplyDelete
    Replies
    1. Krn pahit kita jgn sampai larut dalam penyesalan tersebut. Segeralah kita move on

      Delete
  3. makasih sharingnya, mengena banget

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama. Semoga bermanfaat bagi kita semua.

      Delete
  4. Replies
    1. Terima kasih. Semoga bermanfaat bagi kita semua.

      Delete

Post a Comment