SEdXx5lkiVZf4jiMtlFWfVgHxR2UbYmUAP1TopcR

Berpikir Kritis ala Netizen

berpikir-kritis-ala-netizen
Berpikir kritis adalah frasa favorit netizen era ini. Tidak sedikit bahkan semua kita sangat bangga dan menginginkan diri kita disebut kritis. Karena memang kritis adalah tingkatan berpikir tinggi yang sarat dengan keterampilan akan permasalahan. Bahkan sebagian orang menjadikannya kebutuhan. Kebutuhan untuk membuktikan jati diri bernalarnya.

Berpikir kritis berbicara tentang bagaimana bernalar dengan baik. Bagaimana memberikan penjelasan, identifikasi, hingga mengevaluasi suatu permasalahan. Hingga berbuah sebuah keputusan yang terbaik dari diri seseorang.

Kita pun masih ingat bagaimana maraknya hoax tersebar cepat. Karena hoax selalu mampu mengambil hati mereka yang "ingin tampil" kritis namun malas bernalar. Rugi dan Merugikan!. Begitulah bagaimana bernalar harus mengambil peran penting di kehidupan era digital.

Bagi saya, pentingnya berpikir kritis itu adalah untuk dehumanisasi. Kok bisa? Karena bernalar bisa mencegah semua pola pikir sesat yang akan mengancam kemanusiaan, khususnya bagi kemanusiaan generasi muda yang bermasyarakat dalam ruang netizen.

Saya terpancing menulis ini, karena melihat sebagian besar kita di media sosial cendrung tergoda dan terpancing ke ruang bernalar sesat dan menyesatkan. Bagaimana bernalar yang sesat itu?

1. Seseorang yang selalu menerima dan mempertahankan keyakinan yang cocok dengan diri sendiri (self-thinking)

Konsekuensinya sesorang akan terus berpikir bahwa kepentingan dirinya harus terpenuhi lebih dahulu dibanding orang lain untuk mengakui sebuah kebenaran (self-serving), ini yang pertama.

Kedua hal ini merupakan egosentris yang sesat lagi merugikan. Seseorang tidak akan pernah objektif, dan cendrung tidak fair, selalu mencari sisi gelap lalu pura-pura buta akan kebaikan dan prestasi orang lain.

Pada area yang lebih luas, egosentris melahirkan pola pikir kolektif. Di mana kelompok menjadi satu-satunya standar kebenaran. Berpikir seperti ini akan sangat kental dengan tembok antara "kalian" dan "kami". Apapun yang "kalian" lakukan tidak pernah benar, bagus, dan baik, karena bukan "kami" yang melakukan.

2. Pola pikir yang menegaskan sesuatu sebagai benar karena hasrat atau keinginan bahwa sesuatu itu benar

Pola pikir ini cendrung meninggikan keinginan pribadi tanpa ada argumentasi logis bahkan menafikan argumentasi lain yang tidak mendukungnya.

3. Unwarranted Assumption

Merupakan kebenaran yang lahir dari asumsi-asumsi tanpa ada pembuktian kebenaran terlebih dahulu. Pola pikir ini sangat dekat dengan gosip dan dusta. Kita cendrung melihat status-status di medsos yang berisi kesimpulan kebenaran tanpa ada narasi pengujian atau pembuktian. Sehingga ketika dibaca oleh "kaum" yang malas berpikir akan ditelan sebagai kebenaran lalu disebarluaskan.

Ketiga pola pikir tersebut cendrung banyak kita temui di medsos saat ini. Kita bahkan tidak bosan dan malu mengakui diri sebagai "makhluk berakal" padahal "malas" berpikir. Lalu bagi kita yang masih "sok-sok" an kritis harus banyak merenungi nasihat berikut:

"Ada tiga ciri ilmu itu masuk pada seseorang, 1) Ketika ilmu masuk seujung kuku, cendrung kita akan sombong; 2) Ketika bertambah sedikit, kita akan sedikit berkata dan banyak mendengar; dan 3) Ketika tahap ketiga, orang akan cendrung menangis karena mengetahui kesalahan-kesalahannya."

"Jadilah seperti padi. Semakin berisi semakin menunduk. bukan menjadi tong sampah, yang semua orang tau isinya busuk, tetapi tetap nyaring."

#RamadhanKareem. Bulan Ramadhan isilah dengan nasihat, bukan menebar dusta, adu domba, bahkan ketakutan.

Penulis: Samsun Hidayat
Related Posts
SHARE

Related Posts

Langganan Artikel Terbaru

2 comments

  1. Aku sangat setuju dalam hidup itu perlu menjalankan falsafah ilmu padi.

    Buat apa kesombongan.
    Sama sekali tidak ada artinya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul Mas. Hidup ini tentang bagaimana kita mendapatkan predikat taqwa. Dan hanya untuk beribadah kepada-Nya

      Delete

Post a Comment

x

Berlangganan

Dapatkan pemberitahuan melalui email setiap ada artikel baru.