SEdXx5lkiVZf4jiMtlFWfVgHxR2UbYmUAP1TopcR
Rumahku; Surga Dunia bagi Anakku

Rumahku; Surga Dunia bagi Anakku

Rumahku; Surga Dunia bagi Anak-Anakku
Alhamdulillah hari ini cuaca begitu bersahabat. Karena beberapa hari ini, Kota Taliwang selalu disirami rintik hujan. Puji syukur kami panjatkan kepada-Mu Sang Maha Pencipta atas nikmat yang Engkau berikan kepada hamba-hamba-Mu.

Sepulang dari Kampus Universitas Cordova, tempat kami mengabdi untuk membangun dan membentuk sumberdaya manusia khususnya di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dan Indonesia umumnya. Di halaman rumah telah berdiri anakku yang ketiga dengan riang gembira menyambut kepulanganku. Aku pun menyambut dengan ciuman dan langsung menggendongnya.

Disambut anak-anak sepulang kerja dengan senyuman dan pelukan manja, beban kerja yang menggunung dan lelah badan akibat seharian penuh bekerja hilang seketika. Semangat untuk kembali mengarungi hidup segar kembali. Memang selayaknya rumah menjadi surga dunia bagi penghuninya.

Kami sekeluarga mengisi waktu luang sebelum masuk waktu Shalat Maghrib dengan bermain, bercanda, belajar dan berinteraksi bersama. Bahwa interaksi rutin yang dilakukan dengan cara-cara yang baik akan membentuk karakter anak-anak di masa mendatang.

Kami sadar bahwa anak-anak tidak akan selamanya kecil. Kalau Allah memberikan mereka umur yang panjang, mereka akan tumbuh dewasa, mandiri dan berkeluarga. Dan sebelum habis kekuatan untuk berjalan tegak dan berbicara dengan suara yang lantang, mereka yang dulu sering memperlihatkan sifat manja, merengek minta digendong, dan minta perhatian, mungkin sudah sibuk dengan jadwal kegiatan mereka yang begitu padat. Pada saat itu, tidak akan ada waktu untuk bermain bersama lagi.

Kami tidak akan punya waktu lagi untuk membuatkan kemah untuk mereka bermain rumah-rumahan. Tidak bisa lagi meniupkan balon, belajar mewarnai bersama. Karena pada saatnya nanti, bila mereka masing-masing sudah berkeluarga, bagaimanapun kuat keinginan kami untuk sekadar bermain seperti saat masa kecilnya tak akan bisa kami lakukan.

Canda dan tawa selalu menjadi bunga pelengkap dalam kehidupan keluarga kecil kami. Menjadikan rumah sebagai surga bagi anak-anak adalah tujuan kami. Dengan harapan agar perkembangan karakter sesuai dengan apa yang kami harapkan. Untuk itu, yang utama, menanam dan mengajarkan nilai-nilai Islam bagi kami dan anak-anak menjadi prioritas. Karena kami tidak ingin seperti apa yang diungkapkan oleh Mohammad Fauzil Adhim dalam bukunya Saat Berharga Untuk Anak Kita:

“Astaghfirullahal’azhim. Bahkan dalam mendidik anak kita sendiri, alangkah seringnya kita melakukan bukan demi kebaikan mereka di akhirat, tetapi demi memperturutkan kebanggaan kita sendiri. Kita didik mereka agar mampu membaca pada usia balita, bukan agar mereka lebih mengenal Tuhannya, tetapi demi mendatangkan decak kagum tentang betapa hebatnya kita mendidik mereka”.

Semoga kita dapat belajar dari Luqman; seorang tukang kayu yang karena kebijaksanaannya, mendapat kehormatan dari Allah untuk menjadi telada bagi umat manusia hingga akhir zaman. Semoga dengan belajar dari Luqman al-Hakim, kita dapat mewariskan iman dan takwa kepada anak-anak kita kelak.

Semoga Allah menolong kita. Amin
Baca Juga
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

19 comments

  1. Barokah ya saudara semoga langgeng sampai tua.

    ReplyDelete
  2. Sangat isnpiratif, Pak. Jika ada waktu silakan mampir ke blog kami: ANEKA CARA BLOG . Terima kasih.

    ReplyDelete
  3. Maa syaa Allah, ngena banget renungan sebagai ortu nih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih Sis. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Terima kasih juga telah berkunjung.

      Delete
  4. ada pesan kuat dalam judul ini bagaimana menciptakan syurga didalam rumah sendiri

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul Gan. Surga harus bisa kita ciptakan dalam rumah tangga kita Gan. Sehingga kehidupan di dunia akan terasa bahagia.

      Terima kasih Gan

      Delete
  5. Sangat menarik pak.. Mmg jk tidak memanfaatkan wkt kumpul brg kluarga apalagi anak"rasanya ada yg hilang.. Aplg jk anak sdh tumbh besar sdh pasti wktnya akan beda dan berkurang krn sdh bnyk aktifts yg mereka lakukan.. Mmpng msh bs kumpul puas"in kebersamaan brg mereka 😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul Mbak. Sy selalu berusaha untuk selalu berkumpul, bercanda bahkan sampaj curhat2an sama anak2 sesibuk apapun. Krn sy sendiri berfikir bila saatnya nanti, suasana seperti ini akan sangat sulit kita temui Mbak. Selagi kita bisa, puas2inlah.

      Makasih Mbak

      Delete
  6. Inspiratif sekali mas,,, tetap keluarga menjadi prioritas..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Keluarga tetap prioritas utama Gan. Terima kasih

      Delete
  7. Aamiin...saya juga seorang ayah baru gan, anak saya masih bayi, saya berharap bisa mendidiknya dengan baik, memiliki akhlak yang
    baik, ini sangat menginspirasi,terimakasih gan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin ya robbal'alamin. Semoga menjadi ayah yg amanah Gan.

      Delete

Post a Comment