SEdXx5lkiVZf4jiMtlFWfVgHxR2UbYmUAP1TopcR

Diterima Adsense Saat Sudah Masa Bodoh

pengajuan-adsense
Setiap orang pasti memiliki tujuan menjadi seorang blogger. Entah itu karena ingin berkarya atupun ber uang. Ada yang awalnya hanya ingin berkarya tapi akhirnya tergiur untuk menghasilkan uang. Ada juga sebaliknya, yang awalnya ingin berpengahasilan tapi sekarang hanya menjadi karya akibat kesulitan monetisasi.

1. Berkenalan

Perjalanan saya menjadi seorang blogger dimulai saat SMP. Saya memutuskan serius membangun blog dengan domain TLD saat kuliah semester lima pada tahun 2016. Bermodalkan sejumlah artikel yang ditulis sendiri hampir setiap hari selama tiga bulan. Saya tanpa ragu sedikitpun mendaftarkan blog ke Google Adsense.

Dulu untuk bisa diterima sebagai mitra Google Adsense harus melalui dua peninjauan. Peninjauan pertama diterima, yang kedua tentu ditolak. Melupakan blog untuk fokus mengerjakan tugas kuliah yang berlimpah bukanlah keputusan buruk.

2. Kembali

Pada tahun 2020 muncul niat untuk kembali menghidupkan gairah blogging. Kali ini tentu masih dengan tujuan yang sama. Situasi pandemi menjadikan pekerjaan tetap saya lebih senggang dibandingkan keadaan normal. Komposisi tepat antara niat dan keadaan yang mendukung tentunya menyihir semua indra melanjutkan blog yang sudah dibangun pada tahun 2017.

April, Mei, dan Juni mejadi saksi betapa besarnya niat jari-jari mengetik artikel secara maraton. Sempat berhenti beberapa hari karena sakit dan sibuk mengurus pekerjaan. Artikel yang diterbitkan sudah berjumlah 60 lebih. Niche blog yang saya bangun adalah pendidikan karena berkaitan erat dengan perkerjaan tetap.

Riset tips agar diterima oleh Google Adsense sudah dilakukan demi tercapainya tujuan. Bahkan tidak teringat lagi sudah berapa artikel tentang Google Adsense yang terbaca. Kontennya sangat beragam namun sayang ada yang bertentangan. Pengalaman adalah guru yang baik dan tidak membohongi pikir saya saat itu. Tekat sudah bulat untuk memindahkan kode Adsense di antara <head> dengan </head> pada template.

3. De Javu

Penolakan pertama tentu tidak mematahkan semangat untuk meneruskan kegiatan yang menyenangkan ini. Penolakan kedua dan ketiga, menjadikan saya sedikit bergeming. Jarak antara pengajuan dan penolakan kurang lebih 5 sampai 6 hari. Hal ini yang menjadikan saya bimbang tidak terkira harus menunggu selama masa peninjauan dari Google Adsense

masa-bodoh-ditolak-adsense
Alasan penolakannya selalu sama yakni akun ganda. Ternyata cara penyelesainnya cuma satu, membuat akun baru dengan identitas baru di perangkat yang berbeda. Apabila terus diajukan meskipun postingan original terus ditambah, maka hasilnya tetap sama disapprove. Google hanya memperbolehkan tiap orang memiliki satu akun Adsense.

Juni memuat hari spesial, hari peringatan kelahiran saya. Hari yang menjadi mimpi buruk untuk kesekian kalinya. Keterlambatan menyadari bahwa hal yang dilakukan berulang-ulang dengan cara yang sama akan menghasilkan sesuatu yang sama. Saudara yang sedang berada di luar kota berkenan membantu membuatkan akun baru lalu dipasang kode peninjauan Google Adsense.

4. Cerdik

Surat cinta dari Google Adsense diterima berselang beberapa hari. Cinta yang berujung penolakan. Semua ini karena postingan blog dibaca sebagai konten duplikat. Postingan blog saya tentang pendidikan yang memang harus merujuk pada suatu Peraturan atau Undang-undang agar profesional dan terpercaya. Mengutip pun tidak banyak, oke itu hanya pembenaran dari saya.
diterima-adsense-saat-masa-bodoh

Semua postingan yang diindikasikan duplikat saya kembalikan ke draf. Penolakan kembali diterima, kali ini alasannya konten yang kurang memadai. Benar saja seketika semangat untuk menulis kembali pudar. Hati terasa hampa tidak tahu harus berbuat apa lagi. Berulang-ulang daftar tapi ditolak. Hampir terhitung dua bulan fokus hanya untuk mendaftar Adsense saja.

Teman dari grup Adsense Facebook memberikan informasi bahwa untuk membuat akun Adsense baru memang susah sekarang akibat pandemi. Pegawai google yang bekerja dari rumah terbatas untuk meninjau kelayakan blog. Awalnya berniat untuk beli akun Adsense sehingga bisa lebih mudah dengan fitur Add Site.

Harga akun Google Adsense yang ditawarkan sangat beragam, ada yang seharga Rp. 600.000 hingga Rp. 1.800.000. Tentu saya tidak mau gegabah membeli akun yang mahal tersebut. Mengingat pada awal merintis blog saya harus menginvestasikan uang Rp. 180.000 untuk domain dan Rp. 200.000 demi template premium.

Selama beberapa bulan saya sudah bekerja keras menulis tanpa dibayar. Apabila membeli akun tersebut, belum ada jaminan saya akan memiliki penghasilan bukan? Yang ada saya rugi besar pikir saya realistis. Solusi penyelesaiannya saat itu saya membeli akun Google Adsense baru yang terkait Admob di Shopee dengan harga hanya Rp.79.000.

5. Mencoba lagi

Saya dengan perasaan pasrah memasang kode peninjauan blog melalui fitur add site. Jawaban dari google tak terduga kali ini. Saya ditolak lagi, meskipun saya pasrah tapi sebenarnya tersisa sedikit harapan yang membuat saya harus menelan kekecewaan kembali. Saya rehat beberapa hari tanpa memikirkan blog. Mencernihkan pikiran jauh lebih penting dibanding mencoba lagi.

Teman menanyakan kondisi blog saya. Dia memberikan solusi yaitu draftkan semua postingan, buat postingan baru yang lolos tool plagiarisme, dan ganti menjadi template bawaan blogger. Hah? Ide yang gila bukan? Percuma selama ini saya membuat artikel dan membeli template premium. Namun sayang, saya setuju dengan ide tersebut karena keputusasaan.

Selama 12 hari berturut-turut saya membuat artikel baru kemudian daftar Adense kembali. Situs anda tidak bisa ditinjau karena situasi COVID-19 menjadi jawaban atas penantian yang lumayan melelahkan. Saya coba lagi dan hasilnya tidak berubah. 

Rekan sepekerjaan tiba-tiba komplain kepada saya. Dia mengatakan blog saya tidak bisa diakses. Dia ingin menggunakannya untuk keperluan pekerjaan. Maaf, blog sedang diperbaiki jawab saya dengan tegas. Sekian hari merenung akhirnya saya tekadkan diri untuk merelakan blog saya tanpa adanya iklan. Setidaknya blog saya berguna bagi orang banyak.

6. Lagi dan Lagi

Saya membuat blog baru dengan domain TLD lainnya dan niche yang berbeda. Kali ini niche blog sesuai dengan hobi saya, sehingga menjadi hiburan dibalik peliknya pekerjaan. Mulai rajin membuat postingan karena rasa penasaran untuk bisa diterima sebagai partner Google. Jika blog ini gagal ya sudahlah, saya akan tobat.

Blog yang lama saya terbitkan kembali artikelnya yang sempat dititipkan di draft. Blog baru dengan 6 postingan dengan umur domain 2 hari saya daftarkan Adsense bersamaan dengan blog yang lama. Saat itu saya tidak memiliki keinginan untuk diterima. Semua dilakukan semata-mata karena keisengan dan eksperimen.

Email yang tak terduga akhirnya masuk, Selamat akhirnya penantian panjang anda berbuah meskipun belum manis. Silakan berjuang lagi agar buahnya terasa manis. Begitu kira-kira saya menafsirkannya. Memang kerja keras tanpa mengenal menyerah itu penting tapi jangan lupakan keberuntungan. Jangan juga hanya mengandalkan keberuntungan tanpa kerja keras karena sebenarnya kedua hal itu saling berkaitan.

7. One Step Closer

Ucapan syukur saya panjatkan kepada Tuhan atas segala anugerah yang diberikan. Sungguh tidak menyangka bisa diterima dengan cara seperti ini. Jika banyak yang bertanya mengapa saya nekat mengajukan Google Adsense saat masih memiliki 12 atau 6 artikel saja? Tentu saja karena mengetahui fakta bahwa ada seorang blogger yang memiliki blog dengan artikel 15 saja bisa diterima, padahal blog belum genap berusia sebulan. 

Blog saya dulu yang 60 artikel lebih dan berumur tiga bulan saja ditolak, mengapa yang minim artikel bisa diterima? Apabila kalian menyangka bahwa artikel sedikit tapi berkualitas kan mungkin saja diterima Adsense. Baik saya setuju, tapi sayangnya blog tersebut tulisannya seadanya dan tidak spesial bagi saya. Bahkan dia menyelipkan foto bintang sensor pada artikelnya yang jelas-jelas melanggar kebijakan google.

Semoga semua ini menjadi pelajaran untuk saya agar lebih tahan banting menghadapi tantangan di masa depan. Langkah awal menjadi seorang blogger sukses yang menghasilkan passive income setiap bulannya. Meskipun sepertinya masih terlalu dini untuk mengatakan menjadi blogger sukses, tapi bukannya semua berawal dari mimpi? Yuk berjuang bersama

Penulis: Diary Guru
Related Posts
SHARE

Related Posts

Langganan Artikel Terbaru

Post a Comment

x

Berlangganan

Dapatkan pemberitahuan melalui email setiap ada artikel baru.